Tampilkan postingan dengan label Tika Karmila Sari (Anak Hiperaktif). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tika Karmila Sari (Anak Hiperaktif). Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Desember 2013

Anak Hiperaktif



LAPORAN HASIL OBSERVASI
BIMBINGAN DAN KONSELING ANAK USIA DINI
"ANAK HIPERAKTIF"







DISUSUN OLEH :
TIKA KARMILA SARI
1205125038
Kelas : B Pagi

  
DOSEN :
RAHMAN S.Pd, M.Pd





FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MULAWARMAN
SAMARINDA
2013
KATA PENGANTAR


Puji syukur saya panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan pertolonganNya saya dapat menyelesaikan tugas ini. Dalam makalah ini saya juga mengucapkan terimakasih kepada Dosen yang bersangkutan.
Dalam makalah ini saya membahas tentang masalah anak hiperaktif yang berisikan pengertian, faktor penyebab, karakteristik dan cara penangannya.
Untuk itu semoga makalah yang saya buat ini dapat bermanfaat bagi orang lain maupun bagi saya sendiri.


Penyusun


BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Masa anak usia dini merupakan masa emas perkembangan, banyaknya pengalaman yang diperoleh anak melalui panca indera akan membuat otaknya menjadi subur dan berkembang. Kualitas otak  anak dipengaruhi oleh faktor kesehatan, gizi, dan stimulasi/ rangsangan yang diterima anak setiap hari melalui panca inderanya. Rangsangan yang diterima oleh program PAUD membuat anak siap mengikuti pendidikan selanjutnya.
Perilaku siswa-siswi usia sekolah saat ini sangat beragam, Salah satu perilakunya adalah anak-anak yang sangat sulit di atur, tidak bisa diam dan seolah-olah tidak memperhatikan pelajaran di kelas. Anak-anak tersebut biasanya mengalami gangguan dalam perkembangannya yaitu gangguan hiperkinetik yang secara luas di masyarakat disebut sebagai anak hiperaktif.
Anak hiperaktif adalah anak yang mengalami gangguan pemusatan perhatian dengan hiperaktivitas (GPPH) atau attention deficit and hyperactivity disorder (ADHD). Kondisi ini juga disebut sebagai gangguan hiperkinetik. Dahulu kondisi ini sering disebut minimal brain dysfunction syndrome. Terhadap kondisi siswa yang demikian, biasanya para guru sangat susah mengatur dan mendidiknya. Di samping karena keadaan dirinya yang sangat sulit untuk tenang, juga karena anak hiperaktif sering mengganggu orang lain, suka memotong pembicaraan guru atau teman, dan mengalami kesulitan dalam memahami sesuatu yang diajarkan guru kepadanya.